Ilustrasi Berkarakter ala Simplelooklet

Sederhana dan Berkarakter! Yap, itulah kesan pertama saat melihat karya-karya ilustrasi Febri atau yang lebih dikenal dengan @simplelooklet di sosial media. Saat bertemu Febri dalam sebuah kesempatan acara Hijabographic, ia juga tampak pemalu dan tidak banyak bicara. Tapi siapa sangka perempuan 25 tahun Lulusan Agribisnis UIN ini ternyata diam-diam punya banyak karya yang bikin kita berdecak kagum dengan karakternya yang khas. Saat ini Febri juga sedang terlibat dalam proyek ilutrasi untuk konten sosial media bersama penerbit Rabbit Hole, Kok Bisa? seperti apa cerita lengkapnya, coba simak cerita Febri berikut ini.

Assalamualaikum Febri. Coba deskripsikan dirimu dalam 3 kata!
Waalaikumsalam.. Introvert, plegmatis, ISFP.

Yang kita tau Febri dikenal sebagai ilustrator dan graphic designer. Kamu sendiri lebih suka yang mana diantara keduanya? 
Hmm… yang mana ya? Dua-duanya punya persentase ke-senang- an dan ke-stres- an yang sama. Tapi kalau disuruh pilih, aku pilih jadi illustrator untuk proyek santai (deadlinenya gak mepet), tapi nyambih jadi graphic designer juga biar tetap bisa jajan. Nah loh! Jadi pilih illustrator atau graphic designer nih???

Sejak kapan mulai suka dengan dunia menggambar?
Kayanya sejak SD deh. Karena ku tak pandai menghitung dan menghafal, pelajaran kesenian jadi yang paling ditunggu, walau dirapot nilainya juga rata-rata aja, gak ada bagus-bagusnya (hadeeh!).

Siapa saja tokoh / seniman yang mempengaruhi Febri dalam berkarya dan kenapa?
Untuk artist luar negeri aku banyak terinspirasi dari karyanya Suzanne Woolcott, kreatornya Gorjuss (bisa di googling ya untuk lihat karya-karyanya). Bisa dibilang Suzanne Woolcott ini yang menginspirasi aku untuk memantapkan diri masuk ke dunia ilustrasi. Untuk artist lokal, aku suka banget karyanya Aaron Randy. Karakter gambarnya mudah dikenali dan suka sama pemilihan warnanya yang cerah.

Darimana kamu biasanya mendapat inspirasi untuk berkarya?
Dari internet (kebanyakan Pinterest dan Instagram), hasil merhatiin orang, dan tidak bisa dipungkiri kalau kamar mandi juga bisa jadi salah satu spot inspirasi bermunculan (tapi bukan tempat sengaja nyari inspirasi loh yah. Karena kabetulan lagi hajatan aja, kalau udah kelar ya udahan).

Tools untuk kamu berkarya biasanya apa saja?
Aku lebih sering menggambar digital di laptop, dengan kekuatan Photoshop, dan Pen Tablet.

Denger-denger sekarang Febri sedang bekerja di salah satu penerbit buku anak, bisa
diceritain kok bisa bergabung di sana?
Yang ini aku juga gak nyangka sih. Disuatu siang, tiba-tiba ada email masuk dari si penerbit. Ku pikir email tentang pembelian buku di si penerbit, padahal beli bukunya juga via resellernya. Pas dibaca, ternyata isinya ajakan untuk interview. Walau pas interview juga gak yakin dan banyak yang aku sesali kenapa harus jawab itu, kenapa gak ngomong itu,tapi Alhamdulillah mereka nerimo. Pernah iseng nanya, mereka ternyata dapat alamat emailku dari Instagram. Ada salah satu karyaku yang mejeng di explore instagram mereka. Kemudian mereka tertarik! I love you, Instagram!

Dari karya/project yang pernah kamu buat, yang mana karya yang paling kamu sukai/berkesan, alasannya kenapa?
Projek buku cerita anak pertamaku. Banyak banget dukanya. Saat itu aku sama sekali gak ngerti tentang bagaimana itu ilustrasi untuk buku, bagaimana layout yang pas, biar gambarnya gak tabrakan sama tulisannya, dan tentang ilustrasi untuk tujuan cetak itu punya settingan warna tersendiri (yang sering main photoshop insya allah ngerti yah tentang RGB dan CMYK), makanya warna dari hasil cetak bukunya dengan aslinya di laptop sangaaaaaat beda. Jadi gelap banget dan gak secerah di laptop! Bayangkan, pertama kalinya dapat proyek ilustrasi buku udah dipercaya untuk bikin 112 gambar dalam waktu 6 bulan. Sempet khawatir gak bisa selesai karena pas jadwal kuliah dan main (lah?) yang cukup padat, tapi bisa selesai juga, meski harus minta tambahan waktu lagi 2 bulan. Nah, dari pengalaman pertama itulah, aku dapat banyak banget ilmu baru, terutama tentang ilustrasi buku. Senangnya bisa belajar dari trial error di proyek pertama ini. Di gaji pula! Dan perasaan yang sangat bangga ketika hasil kerja kita mejeng di rak toko buku, hihi..

Apa rencana kamu ke depan dengan karya-karyamu?
Aku ingin punya toko merchandise dari karya-karya aku. Aku juga kepikiran ingin bikin komik sih. Zaman SD, aku sering banget bikin komik-komik iseng di buku catatan yang sudah tak terpakai tapi masih banyak halaman kosongnya. Komik terbaik yang pernah ku buat itu waktu SMP. Sampai ada dua season dan yang terpenting sampai TAMAT. Bahkan ada teman yang sampai minta foto kopi. Tapi sayangnya, semua jejak-jejak komik iseng yang pernah ku buat hampir punah semua, hiks!

Boleh ceritakan sedikit tentang proses berhijabnya Febri? 
Alhamdulillah, Aku gak punya masalah dalam proses berhijab sih. Ibuku juga kebetulan berhijab, dan dari kecil sudah diajarkan kalau perempuan itu berkewajiban berhijab ketika sudah baligh. Jadi, pas waktunya aku baligh, aku sudah siap!

Jika ingin kenal lebih dekat dengan Febri dan melihat galeri karyanya, bisa kontak kemana?
Instagram : simplelooklet

Street Art Dakwah: Syiarkan Islam Lewat Tembok

Di akhir bulan Mei 2017 kemarin, tepatnya beberapa hari menjelang ramadhan, sekelompok anak-anak muda penggiat seni graffiti di atas tembok yang berada dalam naungan Street Art Dakwah (SAD) menggelar unjuk karya perdana mereka kepada masyarakat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *