10 Atlet Muslimah Berhijab di Asian Games, Siapa Favoritmu?

 

 

Pesta Olahraga Asia atau Asian Games ke -18 resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan Opening Ceremony-nya tadi malam ( 18/08/2018 ) di stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Asian Games ke – 18 akan diselenggarakan mulai dari tanggal 18 Agustus – 02 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Ada 45 negara yang ikut berpartisipasi dengan 40 cabang olahraga di dalamnya . Sebuah kehormatan besar untuk Indonesia ya, setelah hampir 56 tahun Indonesia menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya pada tahun 1962.

Nah, Hijabographers dari 40 cabang olahraga tersebut , ada hampir 1000 atlet Indonesia loh yang berpartisipasi dalam ajang olahraga bergengsi ini. Indonesia sebagai tuan rumah tidak tanggung-tanggung mengirimkan atletnya untuk seluruh cabang olahraga yang ada. Di antara hampir 1000 atlet tersebut ada beberapa atlet Muslimah berhijab yang juga turut meramaikan beberapa cabang olahraga. Diantaranya adalah :

1. Nadia Anggraini atlet dari cabang olahraga Lompat Tinggi 

Nadia Anggraini lahir pada 19 juli 1995. Nadia mahasiswi Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta ini adalah atlet dari cabang
olahraga Atletik pada nomor Lompat Tinggi. Nadia adalah anak pertama dari dua bersaudara,
sebelumnya ia memiliki keinginan untuk bisa berkontribusi pada Asian Games tahun ini.
Pernyataan ini ia sampaikan saat mendapatkan emas dan hampir memecahkan rekor nasional
pada PON Jabar 2016 lalu. Kini karena latihan dan niat tulusnya untuk membanggakan
Indonesia, Nadia menjadi salah satu atlet yang akan bertanding dalam Pesta Olahraga terbesar
Asia ini.

2. Defia Rosmaniar atlet dari cabang olahraga Taekwondo 

Taekwondo, salah satu seni bela diri populer di dunia yang dipertandingkan di Asian Games. Adalah Defia Rosmaniar yang menjadi atlet cabang olahraga taekwondo dalam nomor Woman Individual Poomsae ( seni ). Muslimah kelahiran bogor, 25 Mei 1995 ini dulunya tomboy loh, Hijabographers. Namun, karena harus tampil menarik dalam olahraga ini akhirnya ia berubah menjadi feminim. Segudang prestasi yang ia miliki menjadi motivasinya untuk selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia. Ia pun mengenal Taekwondo dari saudara laki-lakinya sejak SMP. Kalau sama Muslimah yang begini, dijamin gak bisa macem-macem deh 😀

3. Debi Puspita Rani atlet dari cabang olahraga Sepakbola Wanita 

Siapa yang tidak tahu soal Cabang Olahraga Sepakbola? Eits! tapi tunggu dulu, bagaimana dengan sepakbola wanita? Tentunya kita sudah tidak asing, tapi mungkin jarang sekali ya yang tertarik pada olahraga ini. Debi Puspita Rani tidak merasakan hal yang sama, justru inilah keahliannya. Yap, tepat sekali menjadi seorang atlet sepakbola. Debi yang  kelahiran Palembang 22 Juni 1997 lalu ini, memiliki posisi sebagai Kiper atau Penjaga gawang, Hijabographers! Ia berhasil menjaga gawang dan mengantarkan Sumsel juara dalam 2 laga terakhir. Wah, Kalau jaga gawang jaga saja bisa apalagi jaga hati kamu 😛

4. Pipiet Kamelia atlet dari cabang olahraga Pencak Silat

Ada yang baru nih di Asian Games, untuk perama kalinya Pencak Silat menjadi cabang Olahraga yang dipertandingkan di Ajang bergengsi ini. Muslimah kelahiran Jakarta, 6 Januari 1995, ini baru dua tahun belakangan menggunakan hijab, ia tidak merasa terganggu bahkan ia mengatakan bahwa ada yang memakai cadar juga. Selain itu dia juga ingin membanggakan Indonesia melalui pencak silat yang hanya dianggap warisan budaya ia ingin menunjukkan bahwa banyak sekali yang bisa dibanggakan dari Cabang olahraga ini  termasuk bisa disertakan dalam Asian Games kali ini. Sekaligus pipiet ingin menunjukkan bahwa cabang olahraga ini ramah terhadap wanita. Luar biasa ya tujuan mulia pipiet ini, bisa banget nih kita dukung supaya pipet bisa membanggakan Indonesia.

5. Yaisha Putri Yasandi atlet dari cabang olahraga Squash

Yaisha asal Balikpapan, salah satu atlet dari cabang olahraga Squash. Muslimah kelahiran 9 mei 1999 ini adalah atlet muda yang juga memiliki prestasi sebelumnya di ajang nasional, salah satunya adalah PON Jabar 2016. Ia mendapatkan medali perunggu pada cabang olahraga Squash ini. Muda dan berprestasi, harapan dan cita-cita Muslimah yang akrab dipanggil Yaisha ini adalah menjadi atlet berprestasi. Untuk itu yaisha sangat sungguh-sungguh dalam berlatih dan mempersiapkan mental yang kuat menghadapi kompetisi nanti. Semoga Yaisha dan 11 Atlet lainnya bisa mengharumkan nama Indonesia ya!

6. Diananda Choirunisa atlet dari cabang olahraga Panahan

Untuk kita para umat Islam pasti tidak asing lagi dengan olahraga sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah ini. Yap! Panahan. Diananda Choirunisa, lahir 16 maret 1997 dan berasal dari Surabaya mengatakan bahwa hijab bukan pembatas. Terbukti dengan banyaknya prestasi yang dia berikan untuk Indonesia. Ia pun menargetkan untuk mendapatkan emas dalam Ajang Asian Games kali ini. Sebagai srikandi Indonesia, ia mengatakan bahwa jika ia punya satu alasan untuk menyerah maka ia memiliki beribu alasan untuk berjuang. Semoga bisa menjadi motivasi Hijabographers ya untuk meraih cita-citanya!

7. Aries Susanti Rahayu atlet dari cabang olahraga Panjat Tebing

Menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 7,51 detik dan mengalahkan pemanjat asal Rusia, Elena Timofeeva, Aries Susanti Mahasiswi jurusan Manajemen dan Bisnis ini adalah salah satu atlet Muslimah dalam cabang olahraga panjat tebing. Wanita asal grobogan, jawa tengah ini disebut-sebut sebagai Spiderwoman dari Indonesia. Sebagai salah satu dari cabang olahraga baru di Asian Games, tim panjat tebing optimis akan menyumbang emas  untuk Indonesia dengan catatan Speed Climbing Performa yang dimiliki Aries karena ini adalah World Records yang ia torehkan. Mari kita doakan mereka ya hijabographers!

8. Siti Nazirah atlet dari cabang olahraga Lempar Lembing

Nah, Muslimah asal bogor ini juga menjadi salah satu atlet kebanggaan Indonesia Hijabographers! Pada Asian Games kali ini, Nazirah akan membela Indonesia bersama Nadia dalam cabang olahraga atletik untuk Javelin Throw atau lebih dikenal Lempar Lembing. Muslimah berbehel ini kelahiran 28 Maret 1997 loh hijabographers. Muda, cantik dan berprestasi ya! Semoga bisa membanggakan Indonesia 😀

9. Nyimas Bunga Cinta dari cabang Olahraga Skateboard

 

Dari semua profil Muslimah berhijab yang berkontribusi dalam ajang Asian Games, Nyimas Bunga Cinta adalah Muslimah berhijab termuda loh! Dengan umur 14 tahun ia sukses menjadi pemain profesional dalam cabang olahraga Skateboard. Nyimas baru saja meraih medali perunggu dalam Asia Continental Championsip di Singapura. Untuk olahraga yang dapat dikatakan ekstrim ini, dalam sebuah video sebuah produk yang menyediakan perlengkapan olahraga muslimah, Bunga mengatakan bahwa menggunakan hijab saat terik dan berlatih membuatnya sangat nyaman. Hal ini sangat membuktikan bahwa Hijab lagi-lagi bukan penghalang untuk berprestasi dan melakukan kegiatan apapun yang kita inginkan.

10. Nandita Ayu Salsabila dari Cabang Olahraga Bola Voli


Nandita Ayu Salsabila lahir di Jakarta, 12 Juli 1997. Sebagai salah satu Atlet Muslimah untuk cabang Olahraga Bola Voli ini ia adalah Pemain Perempuan Terbaik dalam Pro Liga 2018 . Ayu, panggilan akrabnya adalah atlet yang hidup dalam keluarga atlet juga. Ayahnya adalah pemain sepakbola profesional dan ibunya juga seorang atlet bola voli. Oiya, walaupun masih muda tapi Ayu sudah menikah loh. Hal ini tidak mengurangi semangat bahkan menghalanginya untuk berprestasi. Bahkan ia juga berhijab setelah menikah karena saran dari suami dan orangtuanya. Inspiratif sekali ya, Hijabographers.

Gimana hijabographers? Cantik, berprestasi dan yang pasti keren bukan? karena hijab tidak menghalangi mereka untuk tetap berkontribusi untuk Indonesia bahkan dikancah internasional seperti Asian games 2018 ini . Semoga dengan adanya mereka bisa menjadi inspirasi Hijabographers di luar sana ya untuk berkontribusi dalam segala bidang keahlian yang teman-teman tekuni. Sudah pasti identitas Muslimah yang kita sandang tidak akan pernah jadi penghalang kita untuk membuat prestasi yang membanggakan. Selamat bertanding para atlet Indonesia! Harumkan Nama Indonesia dan Jadilah Energi Untuk Asia. ( Pgk )

Karena Kita Butuh Dakwah

Ungkapan karena “kita butuh dakwah dan bukan dakwah yang butuh kita” mungkin sudah tak asing di telinga kita. Karena pada hakikatnya dakwah itu sendiri adalah objek dan kita sebagai subjeknya. Dakwah akan terus ada dengan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *